Singkawang – Menjelang memasuki bulan suci Ramadhan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singkawang menggelar kegiatan Penguatan Tugas dan Fungsi Pemasyarakatan pada Jumat (13/2) pagi. Bertempat di ruang pertemuan Lapas, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Singkawang dan diikuti dengan khidmat oleh seluruh jajaran pejabat struktural, staf, hingga CPNS. Agenda ini bertujuan untuk menyatukan persepsi dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi dinamika kerja ke depan.
Dalam arahannya, Kalapas menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan menyambut bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri. Beliau menegaskan bahwa keamanan di dalam Lapas bukanlah sebuah warisan yang datang dengan sendirinya, melainkan kondisi yang harus diciptakan dan dijaga secara konsisten melalui deteksi dini. Sejalan dengan itu, Kalapas juga memperkenalkan pola kerja baru melalui optimalisasi Command Center. Nantinya, Komandan Jaga akan didukung oleh "dua tangan" utama: Wakil Komandan Jaga sebagai tangan kanan di lapangan, dan Operator Command Center sebagai tangan kiri yang memberikan laporan visual serta komunikasi via HT secara real-time.
Selain penguatan teknologi, disiplin operasional menjadi sorotan utama. Kalapas menginstruksikan jajaran pengamanan untuk meningkatkan intensitas razia pada blok hunian guna mencegah peredaran barang terlarang seperti handphone dan narkotika. Meski pemeriksaan barang melalui layanan PTSP dinilai sudah berjalan baik, beliau meminta agar pengawasan tersebut terus ditingkatkan tanpa celah. Terkait komitmen pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM, Kalapas mengimbau seluruh pegawai untuk memiliki kesadaran tinggi dalam pemenuhan kewajiban administrasi ASN, seperti pengisian aplikasi Simwaipas, Caraka, hingga Coretax, sebagai bentuk tanggung jawab profesionalitas.
Menutup arahannya, Kalapas menyentuh sisi humanis dengan mengingatkan bahwa seluruh pegawai adalah satu keluarga besar. Mengingat sepertiga waktu hidup dijalankan di lingkungan kerja, beliau berpesan agar solidaritas dan tali silaturahmi tetap dijaga erat. "Jika di rumah kita memiliki keluarga kecil, maka di Lapas kita adalah keluarga besar. Saling sapa dan saling jaga adalah kunci; jika satu di antara kita merasa sakit, maka seluruh keluarga harus turut merasakannya," ujar Kalapas. Kegiatan ini pun diakhiri dengan komitmen bersama seluruh jajaran untuk memberikan pengabdian terbaik demi kemajuan Lapas Singkawang.



0 Komentar