Gema Takbir di Masjid At-Taubah, 323 Warga Binaan Lapas Singkawang Terima Remisi Khusus Idul Fitri 1447


Singkawang – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singkawang pada Sabtu (21/03). Usai pelaksanaan Sholat Idul Fitri berjamaah, jajaran Lapas Singkawang menyelenggarakan upacara penyerahan Remisi Khusus (RK) Idul Fitri Tahun 2026 bagi warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif.


Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, sebanyak 323 orang warga binaan Lapas Singkawang resmi menerima Remisi Khusus I (pengurangan sebagian). Adapun rincian perolehan remisi tersebut terdiri dari 42 orang menerima pengurangan 15 hari, 218 orang menerima 1 bulan, 54 orang menerima 1 bulan 15 hari, dan 9 orang menerima pengurangan masa pidana selama 2 bulan.


Penyerahan Surat Keputusan (SK) Remisi dilakukan secara simbolis oleh Kepala Lapas (Kalapas) Singkawang kepada perwakilan warga binaan di depan selasar Masjid At-Taubah. Dalam amanatnya, Kalapas menyampaikan bahwa remisi ini merupakan hadiah dari negara atas kesungguhan warga binaan dalam memperbaiki diri dan mengikuti program pembinaan dengan baik.


"Idul Fitri adalah momentum kemenangan dan kembalinya kita kepada fitrah. Saya berpesan, jadikan perayaan lebaran di dalam Lapas ini sebagai waktu untuk merenung dan memperkuat niat menjadi pribadi yang lebih bermanfaat. Remisi yang saudara terima hari ini adalah bukti bahwa negara mengapresiasi perubahan perilaku saudara. Jangan pernah patah semangat, teruslah berbuat baik agar proses reintegrasi sosial saudara ke depan berjalan lancar," ujar Kalapas dalam sambutannya.


Beliau juga menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif di dalam Lapas, sehingga seluruh program pembinaan dapat berjalan optimal bagi setiap individu. Remisi ini diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap perbuatan baik dan kepatuhan terhadap aturan akan membuahkan hasil yang bermanfaat bagi masa depan mereka.


Kegiatan ditutup dengan suasana penuh kehangatan saat para petugas dan warga binaan saling berjabat tangan memohon maaf lahir dan batin. Di tengah keterbatasan ruang gerak, semangat Idul Fitri tetap terpancar kuat, membawa harapan baru bagi para warga binaan untuk segera kembali ke pangkuan keluarga sebagai insan yang lebih bertakwa dan bermartabat.

Posting Komentar

0 Komentar